CERPEN
|
“Perasaan ini kian lama kian membesar, entah apa yang membuat semuanya seperti ini, aku hanya berharap kau pun begitu, meski sebenarnya harapan itu ku fikir hanya mimpi. Jika kau pun begitu, untuk membalas surat ini bukan hal sulit bukan?” Zizie sambil tersenyum membaca spucuk surat dari kazan.
---
Zizie, siswi yang saat ini duduk dikelas XI SMA. Kulitnya
tak putih atau pun kuning langsat, sehingga teman-teman menjulukinya si hitam
namun manis. duduk di atas kasurnya sambil menulis diary
1 Januari 2012
“akhir semester 1 lalu cukup manis, meski tak
banyak kenangan yang ku ukir didalamnya.
Sering diam dalam rindu, hanya dari jauh
bisa melihatnya, melihat
senyumnya yang benar-benar lepas yang mampu mententramkan hati. Ya Allah dosakah hamba jika tentram hati
karenanya?. Satu tahun ini perasaan
ini ada untuknya. Meski diantara aku dan dia tak a da sesuatu yang mengikat,
tapi perasaan ini sebesar sesuatu yang tak bisa dilogikakan. Cukup untukku menyayanginya. Tak lebih dari itu. Sepucuk suratnya, tak harus
kubalas. ( maaf, aku tak bisa seperti
wanita lain yang bisa memberimu kebahagiaan selayaknya 2 sejoli yang sama-sama
merasakan cinta. Aku tak peduli dengan
apa yang kamu fikirkan tentang sikapku yang mungkin sudah akan kau anggap sok.
Aku mempunyai alasan tersendiri mengapa aku seperti ini”.
---
Keesokan
di sekolah tepatnya di pintu kelas XI
IPA, Kazan memanggil dengan suara pelan, “zie, mana balasannya ? janagan bilang
kau tak membalasnya lagi.?” Zizie Hanya
tersenyum tanpa sepatah katapun. Kazan sudah menyangka bahwa Zizie takkan
membalasnya, lalu melanjutkan. “Ini hampir ke seratus kalinya aku di buat seperti
ini olehmu, surat yang kemarin itu serius dan aku butuh jawabananya. Aku
benar-benar berharap, tapi ternyata harapan itu hanya sia-sia.” Kazan memandang
dengan wajah aneh melihat Zizie tak memandang Kazan sama sekali dan hanya
senyum-senyum saja dengan apa yang di katakana oleh Kazan lalu langsung pergi.
Kazan memuncak, ia merasa tak di hargai sama sekali oleh Zizie dan terbesit
dalam fikirannya bahwa Zizie tak menaruh rasa padanya.
JJJ
“Aku
memang tak berharap banyak padamu,yang aku harapkan setidaknya ada secuah
jawaban untukku agar aku tak merasa di gantung olehmu, tapi sudahlah aku
menyerah, aku takkan mengganggumu lagi, tapi kau harus tau ku menyayangimu tapi
ku tak bisa seperti ini saja, sudah cukup penantianku untukmu, ternyata
dugaanku salah bahwa kau mempunyai perasaan yang sama dugaanku.”
Zizie Mendapat surat
kembali dari Kazan. Seperti biasa, pasti membca surat tersebut di kamar
pribadinya. Ada sedikit yang berbeda biasanya surat di baca barengi dengan
respon senyuman. Tapi surat itu kini di baca dengan tetesan air mata yang
mengalir deras, lalu ia membuka buku diarynya dan memulai manulis.
2 januari 2013
“ pelan-pelan saja. Aku
takkan menjawab apa-apa. Jika pergi membuatmu tenang, pergilah! Carilah yang
lebih baik dariku yang bisa memberimu apa yang kau ingin. aku tak mengapa, Aku
baik-baik saja dan akupun minta maaf sering membuatmu tak bahagia.
Q menyayangimu “
JJJ
“zie, liat tu kazan
ngobrol sama cewek. Siapa tuh? “ Tanya thia, teman zizie. “Entahlah ,,, mungkin
pacarnya” jawab zizie sambil tersenyum. “lho ,,, gak mungkin, bukannya dia suka
sama kamu, 3 hari yang lalu dia cerita sama aku kalo dia tuh sayang sama kamu,
akupun ngmong kalo kamupun sayang sama dia “ lanjut thia. “apa? Kmu ngomong
kalo aku juga sayank ma dia ? kenapa kamu ngomong gitu?” jawab zizie dengan
terkejut lalu pergi tanpa pamit pada Thia. Menuju kamar pribadinya lalu mulai
menulis
3 januari 2013
“Aduuuuuuuuuuuhhh……,
gak mungkin gak mungkin gak mungkin. Aku harap dia gak percaya sama apa yang
diomongin thia.
Benarkah? Benarkah
wanita itu bersamanya? Secepat ini?.
Sudah kubilang cukup
menyanyangimu, aku tak mengapa. Jika engkau tak kan lagi mencintaiku hanya
karna aku yang terlalu jauh darimu. Karna ku yakin, kala jodoh waktu akan
mengantarkanmu padaku.”
Semenjak Kazan
memutuskan untuk menjauh dari Zizie, keduanya emang tidak ada kontak sama
sekali. Jangankan sms ataupun menelpon, saling menyapa saja tidak, meski
keduanya dalam satu kelas.
---
“Zie, aku dengar
sekarang Kazan sama anak sebelah iya?” Tanya thia. “Apa sih thi? Baru jam
segini udah mulai ngajak ngerumpi.” Jawab zizie dengan santai. “Aku serius, aku
dengar sekarang dia sama Nera, tau kan? Nera Fahriza. Hmm ada apa ya mereka?”
lanjut thia. “hemm benarkah? Nera fahriza, ya aku tau, tapi ya sudahlah bukan
urusanku “ jawab zizie sambil berjalan
menuju pintu kelas. “kok kamu jawab gitu,,, cuek banget tau , gak jealous loe?
Hayoo ngaku aja..” goda thia. “ sudah sudah..aku tunggu kamu di kantin thi, aku
keluar dulu.’ Jawab thia sambil berjalan membawa buku diarynya dengan perasaan
yang sebenarnya bertanya-tanya dengan kabar tentang kazan. Langkahnya tiba-tiba
terhenti melihat kazan duduk santai bersama nera di depan teras multimedia yang
berada bersebelahan dengan kantin sekolah. Namun zizie tetap melanjutkan langkahnya kembali dengan berusaha kuat untuk
tak menitihkan air mata, akan tetapi tak bisa dia terlalu lama membendung air
mata yang sudah menggenang di matanya dan akhirnya terpaksa dia berjalan dengan menundukkan
kepala. Hati kecilnya berharap sedikit saja pandangan kazan tertuju padanya,
tetapi sia-sia. Jangankan memandang, menoleh saja tidak. “tuhan,,, benarkah dia
tak lgi menyayangiku,,, setiap hari aku harus sok tegar melihatmu bersamanya,,,
di kelaspun aku harus tahan-tahan melihatmu bercengkerama dengannya. Nasi sudah
menjadi bubur” kata hati kecilnya. Zizie duduk di kantin lalu mulai menulis
30 mei 2013
“lama dia tak
mengontakku semenjak kejadian awal tahun kemarin. Hemmm jujur aku
merindukanyya, tapi aku tau diri, aku takkan mengharap lebih pada kehadirannya.
Aku memang menangis , tapi aku takkan menyalahkannya atas tetesan air mata ini.
saat inilah aku harus benar-benar siap untuk menghadapinya. Menyelesaikan
semuanya sendiri dan berusaha mengatasi masalah yang bersumber dari keputusan
ku sendiri.
Aku menyayangimu…. “………
“zie.. maaf nunggu
lama, aku barusan masih rapat osis, biasa orang sibuk.” Kata thia sambil
senyum-senyum. “iya gak papa, santai aja” jawab zizie. “oia, besok udah
classmeet, habis itu liburan,,, wiiih senengya. Liburan nanti kita jalan-jalan
yuk, hitung-hitung refreshing dulu sebelum tegang ngadepin kelas 3 ,, hehehe.”
Lanjut thia. “ntahlah aku bingung. Jangan mikir itu dulu, classmeet nya tuh
fikirin. Tapi aku gak mau ikut berpartisipasi, aku lagi males.” Sahut zizie.
“hemmmm ya sudahlah” jawab thia dengan wajah kesal.
JJJ
Zizie mengisi class meet dengan aktivitasnya
di dalam kelas saja, menulis diarynya pun di dalam kelasnya, di hari terakhir
classmeet ia masih menulis
06 juni 2013
“hummpp,,hari ku lalui
seperti biasa,aku merindukan sapaannya, sambutannya ketika aku datang dan
senyumnya ,,,,, kazan al-fatih,”
---
Tiba tiba kazan masuk
ke dalam kelas, zizie cepat cepat membereskan bukunya lalu pergi. kazan tak
memperhatikan zizie sama skali hingga zizie keluar kelas kazan pun tak
melihatnya. Kemudian kazan keluar kelas
pula, namun terhenti langkahnya dengan tiba tiba ketika ia melihat buku pink
berukuran mini ada di loker zizie. karna penasaran kazan pun mengambilnya,
di bacanya satu lembar. usai ia baca
lembar pertama, melanjutkan lembar berikutnya hingga di lembar tulisan terakhir
tertera namanya Kazan Al fatih . kazan berhenti membaca, Kazan kaget, berfikir sejenak, “ mengapa tak dari dulu ku tau semua ini? Mengapa setelah sering membuatmu menangis aku percaya kau benar-benar menyayangiku? Maafkan Aku, aku masih tetap menyayangimu, benar-benar
menyayangimu.” Kata hati kecilnya. Lalu pergi menuju papan tulis, lalu Kazan menulis kazan selalu untuk
NF., kemudian pergi tanpa membawa buku pink tersebut.
---
“Teman-teman liat semuanya, ada tulisan nih, wiihh… siapa ini yang nulis.? Apa jangan-jangan Kazan sendiri ini yang nulis?” Ucap Fattah, teman sekelas Kazan dan zizie. Lalu zizie datang dan melihat tulisan itu. “NF..siapa dia.? Nera Fahriza..?. Ya benar, Nera Fahriza. Hemmm kau ternyata benar-benar telah bersamanya “ ucapnya dalam hati . zizie menuju bangkunya. “looo….ini diaryku, aduh,, semoga tak ada yang membacanya.” Ucap zizie lalu keluar lalu pulang mnuju rumahnya.
---
“Teman-teman liat semuanya, ada tulisan nih, wiihh… siapa ini yang nulis.? Apa jangan-jangan Kazan sendiri ini yang nulis?” Ucap Fattah, teman sekelas Kazan dan zizie. Lalu zizie datang dan melihat tulisan itu. “NF..siapa dia.? Nera Fahriza..?. Ya benar, Nera Fahriza. Hemmm kau ternyata benar-benar telah bersamanya “ ucapnya dalam hati . zizie menuju bangkunya. “looo….ini diaryku, aduh,, semoga tak ada yang membacanya.” Ucap zizie lalu keluar lalu pulang mnuju rumahnya.
---
21 januari 2013
“liburan semester ini tak seperti liburan
biasanya. Dulu ,,, Pagi sore siang malam,,, ponselku takkan
luput dari pesanmu, Gombalan mu yang membuatku diam-diam tertawa… saat ini
hanya mimpi semata yang takkan bisa terulang kembali. Hemmm dia sudah di miliki
orang lain. Aku tak bisa berharap banyak…
Aku masi tetap menyayangimu… “
---
liburan berakhir saatnya zizie meneruskan perjuangan pendidikannya yang saat ini tinggal satu tahun lagi ia menempuhnya .
liburan berakhir saatnya zizie meneruskan perjuangan pendidikannya yang saat ini tinggal satu tahun lagi ia menempuhnya .
“udara segar banget,,,
sekolah makin kinclong aja nih.” Kata zizie sambil berjalan menuju kelas
barunya, kelas XII IPA. ”zie ” Tiba-tiba
ada yang menyapa zizie dari arah belakang dan itu ternyata itu kazan. Zizie kaget
dan langsung lari. Namun kazan mengejarnya hingga masuk dalam kelas dan
terpaksa ziziepun menghentikan langkahnya. “jangan mendekat” ucap zizie. “aku
tak mau apa-apa, aku hanya ingin sedikit berbicara denganmu, yaaaa aku tau kamu
pasti gak punya waktu buat aku, jadi langsung saja. Kenapa kamu gak pernah
jujur sama aku? Memangnya kamu berfikir jika kamu jujur padaku lalu aku akan
menodaimu? Begitu? Tidak zie justru aku akan menjagamu” Kata kazan dengan wajah seriusnya.
“maksutmu?” Tanya zizie. “sudah gak usah ngeles lagi, aku sudah tau semuanya, aku
gak kira nganggep kamu cewek gak baik kalo kamu jujur perasaanmu sama seperti
aku. Aku tau kamu itu cewek baik-baik. aku bukan bermaksud lancang, classmeet
lalu aku nemuin buku diarymu dilokermu dan aku
membacanya.’’lanjut kazan. Zizie terdiam, lalu air matanya tiba-tiba
menetes di barengi dengan gumaman hatinya, “ tuhan aku ingin jujur,,, tapi aku
takut,,,” . “ Knapa masih diam? Apa
perasaanmu sudah berubah?” kazan menyahut. “apa lagi yang harus aku katakan,
kamu udah baca semua tulisanku, apa yang aku rasakan ya sepert itu adanya.
Perasaanku dari dulu hingga kini tetap sama, gak pernah berubah.” Zizie
menjawab lalu pergi meninggalkan kelas.
JJJ
“zie, sudah mau pulang?
Kuantar sampai gerbang ya,, aku gak akan mengantarmu sampek rumahmu karna aku
tau, kamu gak kan mau ku antar sampek rumahmu” sapa kazan sambil berjalan
menuju zizie yang berada di teras kantor. “mengantarku? Bagaimana dengan
pacarmu? Bukannya tiap hari kamu selalu bareng pulangnya sama dia? “ jawab
zizie. “pacar? Maksutmu nera? Bukan ,, aku hanya menyukainya, gak lebih.
Sudahlah jangan fikirkan dia.” Jawab kazan. “tapi… aku saat akhir classmeet
lalu, aku membaca di papan tulis kelas tulisan kazan selalu untuk NF.
Bukankah itu Nera Fahriza?” Tanya zizie. “ kamu ini gimana sih, itu namamu,,, Nailul Fauziyah. Peka dikit dong…. Aku
menulisnya setelah aku membaca buku diary mu.” Jelas kazan. Zizie tak berkata
sepatah katapun dan tersenyum lalu langsung berjalan menuju gerbang sekolah.
Kazan membiarkan zizie pergi dan tak
mengejarnya namun memanggil zizie sebelum zizie keluar dari gerbang sekolah
“zie,, akupun selalu menyayangimu… bidadari surgaku”. Zizie yang mendengar
panggilan kazan hanya menoleh sebentar lalu melanjutkan langkahnya dengan
senyuman dan rintihan air matanya.
JJJ
“ aku tetap berdiri di
lautan samudera cintamu, meski sering kali ombak menerpaku. Meski nantinya aku
akan terhempas dengan terjangan ombak,
takkan kusesali semuanya.. “
Good keren, inspired...hhehehhe
BalasHapus